Wednesday, January 7, 2009

Mengelola SDA (Sumber Daya Alam)

Sumber daya alam (SDA) dikelola dan dialokasikan dalam ruang dan waktu semata-mata untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pengelolaan tersebut seharusnya mempertimbangkan beberapa aspek seperti: keseimbangan antara kebutuhan populasi manusia dan keberadaan SDA, dan keseimbangan antara perubahan yang terjadi pada SDA tersebut terhadap lingkungan hidup. Dalam arti lain, tidak sepantasnya dianut pengelolaan secara antroposentris tetapi pengelolaan secara konservasionis.

Sebagai contoh, sejalan dengan perkembangan masyarakat di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, maka berbagai tatanan kehidupan berubah dengan cepat mengikuti berbagai kebutuhan masyarakat. Perubahan tersebut berdampak pada perubahan pola pemanfaatan SDA yang berada disekitar masyarakat. Selain itu, perkembangan penduduk dan pemukiman akan mendesak pola penggunaan lahan di wilayah hulu berubah, yaitu konversi penggunaan lahan pertanian ke non-pertanian.

Luas DAS yang relatif tetap tidak sebanding dengan tingkat pertambahan penduduk yang begitu pesat, ditambah lagi dengan faktor kemiskinan penduduk, yang mengakibatkan meningkatnya perubahan penggunaan lahan yang pada umumnya kurang memperhatikan faktor konservasi tanah dan air dalam pengelolaannya. Pemanfaatan potensi DAS, baik sumber daya lahan maupun sumber daya air, yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah konservasi akan mengakibatkan degradasi terhadap kondisi DAS.

Jika ditelaah melalui konsep pengelolaan SDA, eksploitasi suatu SDA seharusnya diikuti dengan pembinaan. Tujuannya mengusahakan agar penurunan daya produksi SDA akibat eksploitasi diimbangi dengan tindakan pemulihan dan pembinaan demi pemanfaatan SDA yang berkesinambungan. Kasus DAS Ciliwung dapat diatasi melalui koordinasi antara masyarakat yang berada di sepanjang DAS dan pemerintah, dengan pemindahan area pemukiman dalam jarak tertentu dari tepi DAS agar dapat ditanami oleh tanaman budidaya yang diinginkan masyarakat di area pemukiman. Dengan demikian, masyarakat di sepanjang DAS akan melakukan eksploitasi dan pembinaan secara sadar dan mandiri.

Konsep pengelolaan SDA juga mempertimbangkan aspek ekonomis dan ekologis, karena pengelola harus mengusahakan tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan mempertahankan kelestarian SDA dan lingkungan. Hasil pemeliharaan tanaman budidaya yang diperoleh masyarakat sepanjang DAS akan mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Sementara, secara ekologis, sumber daya lahan maupun sumber daya air (yang bersifat renewable atau flow resources) di sepanjang DAS tidak mengalami degradasi yang begitu cepat, bahkan dapat menuju ke arah pemulihan sumber daya.

DAFTAR ACUAN

Hidayat, Y., H. Siswoyo, A. Zaenal, T. Kadri, Rajulaini, A. Masnang. 2003. Pemeliharaan sungai sebagai salah satu upaya mengatasi problema banjir di DAS Ciliwung Hilir. Makalah Pengantar Falsafah Sains, Institut Pertanian Bogor: 12 hlm.

Soerianegara, I. 1977. Pengelolaan sumber daya alam. IPB Press, Bogor: iii + 236 hlm.

No comments:

Post a Comment